Memiliki mental yang sehat adalah dambaan setiap orang, karena dengan mental yang sehat kita akan lebih memiliki motifasi dan tujuan dalam hidup, termasuk untuk mencapai aktualisasi diri. Sesorang yang memiliki mental yang seehat tentu akan sangat berbahagia karena dapat merasakan kesenangan peribadi melalui kesuksesan yang dicapainya dalam setiap tindakan yang telah diperhitungkannya. Terkadang kita masih bingung apa sich sebenarnya yang dimaksud dengan mental yang sehat itu sendiri dan seperti apa orang dapat dikatakan memiliki mental yang sehat?
Sehat Mental adalah suatu kondisi mental yang tumbuh dan didasari suatu motivasi yang kuat ingin meraih kualitas diri yang lebih baik, baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan kerja/profesi, maupun sisi kehidupan lainnya atau suatu perilaku yang didasari oleh pemanfaatan potensi pikir yang efektif dan optimal serta siap digunakan, emosionalitas yang stabil dan dewasa, motivasi atau kemauan yang terarah dan bersumber dari diri sendiri, sosiabilitas yang kokoh, persepsi yang realistis dan makna serta hidup terbaik yang dimilikinya (Prof. Dr. Sotardjo A.W, Psi).
Sehat mental dapat juga didefinisikan sebagai suatu keadaan yang relatif menetap dimana seseorang mampu menyesuaikan diri dengan baik, memiliki semangat hidup yang tinggi dan terpelihara, serta berusaha mencapai aktualisasi diri atau realitas diri secara optimal (HB. Engglish).
Orang yang sehat mental memiliki 6 sifat (Coleman dan Broen, Jr) :
Orang yang sehat mental memiliki 6 sifat (Coleman dan Broen, Jr) :
- Sikap terhadap diri yang positif
- Persepsi atas realitas (pandangan yang realistik atas diri dan dunia, orang serta benda yang nyata ada di lingkungannya).
- Keutuhan (suatu keadaan keperibadian yang bebas dari ketidakmampuan menghadapi konflik dalam diri).
- Kompetensi (perkembangan kompetensi, baik fisik, intelektual, emosional dan sosial untuk menanggulangi masalah-masalah kehidupan).
- Otonomi (keyakinan diri, rasa tanggung jawab dan pengaturan diri yang adekuat, bersama-sama dengan kemandirian yang memadai menyangkut pengaruh sosial).
- Aktualisasi diri (kecenderungan terhadap kematangan yang meningkat, perkembangan potensialitas dan kepuasan sebagai peribadi).
Contoh seseorang yang sehat mental :
Seorang remaja yang mampu mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi pilihanya dengan bidang studi yang juga pilihannya sendiri.
Selanjutnya kita akan membahas mengenai tidak sehat mental. Menurut Prof. Dr. Sotardjo A.W, Psi, tidak sehat mental adalah seseorang yang meskipun secara potensial memiliki kemampuan, tetapi tidak memiliki keinginan dan usaha untuk mengaktualisasikan potensinya itu secara optimal.
Contoh seseorang yang tidak sehat mental :
Seorang karyawan bagian staf admistrasi di sebuah perusahaan yang hanya menunjukkan prestasi kerja standard dan tidak memiliki keinginan untuk mencapai jenjang karir yang lebih baik. jadi pada individu ini, ia hanya bekerja begitu saja, tidak ada motivasi sehingga potensinya tidak keluar. Sangat disayangkan sekali ya, padahal untuk dapat bersaing di dunia kerja itu sendiri perusahaan sangat menuntut prestasi, motivasi dan komitmen kerja yang tinggi dari karyawannya, disamping juga termasuk loyalitasnya terhadap perusahaan. Jika kita istilahkan sich individu seperti ini lebih "Nrimo" dan tidak punya tuntutan lebih pada dirinya untuk mencapai prestasi yang lebih baik dapam hidupnya.
Hm...tapi juga perlu diingat, orang yang tidak sehat mental belum dapat dikatakan mengalami gangguan. Hal ini karena keadaan mental itu sendiri dibagi menjadi 3 bagian, yaitu sehat mental, mental tidak sehat dan sakit mental. Orang yang mengalami gangguan sendiri digolongkan kepada orang yang sakit mental yaitu orang yang secara mental memiliki berbagai macam unsur yang saling bertentangan dan dengan demikian sering merusak dan menghambat, sehingga perilakunya tidak menentu.
Seorang remaja yang mampu mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi pilihanya dengan bidang studi yang juga pilihannya sendiri.
Selanjutnya kita akan membahas mengenai tidak sehat mental. Menurut Prof. Dr. Sotardjo A.W, Psi, tidak sehat mental adalah seseorang yang meskipun secara potensial memiliki kemampuan, tetapi tidak memiliki keinginan dan usaha untuk mengaktualisasikan potensinya itu secara optimal.
Contoh seseorang yang tidak sehat mental :
Seorang karyawan bagian staf admistrasi di sebuah perusahaan yang hanya menunjukkan prestasi kerja standard dan tidak memiliki keinginan untuk mencapai jenjang karir yang lebih baik. jadi pada individu ini, ia hanya bekerja begitu saja, tidak ada motivasi sehingga potensinya tidak keluar. Sangat disayangkan sekali ya, padahal untuk dapat bersaing di dunia kerja itu sendiri perusahaan sangat menuntut prestasi, motivasi dan komitmen kerja yang tinggi dari karyawannya, disamping juga termasuk loyalitasnya terhadap perusahaan. Jika kita istilahkan sich individu seperti ini lebih "Nrimo" dan tidak punya tuntutan lebih pada dirinya untuk mencapai prestasi yang lebih baik dapam hidupnya.
Hm...tapi juga perlu diingat, orang yang tidak sehat mental belum dapat dikatakan mengalami gangguan. Hal ini karena keadaan mental itu sendiri dibagi menjadi 3 bagian, yaitu sehat mental, mental tidak sehat dan sakit mental. Orang yang mengalami gangguan sendiri digolongkan kepada orang yang sakit mental yaitu orang yang secara mental memiliki berbagai macam unsur yang saling bertentangan dan dengan demikian sering merusak dan menghambat, sehingga perilakunya tidak menentu.
Kalau dalam istilah klinis, mungkin ita sering mendengar yang namanya gangguan kepribadian. Orang yang kepribadiannya terganggu ini kita sebut sebagai klien atau pasien. Ia adalah orang yang terganggu dan bukan sekedar memiliki gangguan. Oleh sebab itu, setiap gangguan akan tampil khas dan berbeda pada masing-masing individu. Biasanya gangguan tersebut akan dikelompokkan berdasarkan gejala, penyebab atau prosesnya, ada yang berdasarkan aspek atau bagian apa yang terganggu, dan lain-lain.





0 komentar:
Posting Komentar