Recent Posts

Pages

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 25 Desember 2012

Yuk Tingkatkan Optimisme terhadap Masa Depan :)


Sebenarnya setiap orang itu pada dasarnya memiliki harapan-harapan terhadap masa depan dan oleh sebab itulah sering timbul pertanyaan mengenai masa depannya. keberhasilan seseorang di masa depan, akan diperoleh apabila iya bekerja keras, namun selain bekerja keras juga dibutuhkan optimisme.

Apa itu optimisme???
Goleman (2002) mengatakan bahwa optimisme masa depan adalah harapan kuat terhadap segala sesuatu yang terdapat dalam kehidupan akan mampu teratasi dengan baik walaupun ditimpa banyak masalah frustasi. Optimisme merupakan sikap yang menopang individu agar tidak terjatuh dalam kemasabodohan, keputusasaan ataupun mengalami depresi ketika individu tersebut dihadapkan pada kesulitan.
Konsep ini berkaitan dengan teori psikologi mengenai motivasi, yang disebut dengan expectancy-value theories. Expectancy value theories, yaitu teori yang dimulai dengan ide bahwa perilaku ditujukan untuk pencapaian tujuan (goal) yang dinginkan (Carver & Scheier, 1998). Goal adalah tindakan, state akhir, atau nilai yang individu lihat sebagai sesuatu yang diinginkan atau tidak diinginkan. Individu akan mencoba mencocokkan perilaku dengan diri mereka sendiri terhadap apa yang mereka lihat dan yang mereka inginkan, selain itu mereka juga akan mencoba untuk menghindari yang tidak mereka inginkan.Konsep utama lainnya adalah expectancies yaitu perasaan percaya diri atau ragu-ragu mengenai kemampuan meraih tujuan (goal). Hanya dengan kepercayaan diri yang cukup yang individu berusaha mencapai tujuan.
Setiap individu mempunyai kebiasaan berpikir tentang penyebab suatu peristiwa sebagai suatu ciri keperibadian yang disebut explanatory style (Seligman, 1995). Berdasarkan explanatory style (gaya penjelasan) ini maka dapat dibedakan individu yang optimis dan pesimis. Ahli lain menggunakan istilah berpikir positif untuk menunjukkan arti yang sama dengan optimisme. Peale (dalam Lestari, 1994) mengatakan bahwa berpikir positif merupakan suatu bentuk berpikir yang berusaha untuk mencapai hasil terbaik dari keadaan buruk.
 
Individu yang optimis adalah individu yang periang dan menyakinkan dirinya dan individu lain bahwa segala-galanya akan berakhir dengan baik. Kekuatan dari rasa optimisme masing-masing individu memang berbeda, ada yang sangat kuat dan ada yang sangat lemah. Gisnis (1990) menyatakan bahwa orang yang optimis adalah orang yang merasa yakin bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk mengendalikan dunia mereka. rasa optimisme merupakan paduan antara dorongan-dorongan baik fisik dan psikis dalam mempertahankan diri dan mengembangkan diri pada setiap proses perkembangan manusia. Seiring dengan hal ini, orang yang optimis dan pesimis juga mempunyai cara pandang yang berbeda dalam menghadapi masa depan.
Beberapa teori juga menyatakan optimisme dan pesimisme mempengaruhi perilaku dan emosi seseorang. Orang yang mempunyai rasa optimisme dalam hidup mampu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dengan ketekunan dan kemampuan berpikir/berimajinasi/berapresiasi dan sikap tidak mudah menyerah maupun putus asa. Pada individu yang mempunyai pikiran pesimis akan selalu patah semangat dan dalam menghadapi rintangan-rintangan akan mengaanggapnya suatu kegagalan dan menganggap hidupnya menjadi masalah.
 
Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang memiliki rasa optimisme yang besar biasanya akan sangat percaya pada diri sendiri, karena rasa percaya diri ini merupakan modal utama bagi seseorang dalam mewujudkan dan mengembangkan potensi dirinya.

Sehat Mental, Mental Tidak Sehat dan Sakit Mental

Memiliki mental yang sehat adalah dambaan setiap orang, karena dengan mental yang sehat kita akan lebih memiliki motifasi dan tujuan dalam hidup, termasuk untuk mencapai aktualisasi diri. Sesorang yang memiliki mental yang seehat tentu akan sangat berbahagia karena dapat merasakan kesenangan peribadi melalui kesuksesan yang dicapainya dalam setiap tindakan yang telah diperhitungkannya. Terkadang kita masih bingung apa sich sebenarnya yang dimaksud dengan mental yang sehat itu sendiri dan seperti apa orang dapat dikatakan memiliki mental yang sehat?
Sehat Mental adalah suatu kondisi mental yang tumbuh dan didasari suatu motivasi yang kuat ingin meraih kualitas diri yang lebih baik, baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan kerja/profesi, maupun sisi kehidupan lainnya atau suatu perilaku yang didasari oleh pemanfaatan potensi pikir yang efektif dan optimal serta siap digunakan, emosionalitas yang stabil dan dewasa, motivasi atau kemauan yang terarah dan bersumber dari diri sendiri, sosiabilitas yang kokoh, persepsi yang realistis dan makna serta hidup terbaik yang dimilikinya (Prof. Dr. Sotardjo A.W, Psi).
Sehat mental dapat juga didefinisikan sebagai suatu keadaan yang relatif menetap dimana seseorang mampu menyesuaikan diri dengan baik, memiliki semangat hidup yang tinggi dan terpelihara, serta berusaha mencapai aktualisasi diri atau realitas diri secara optimal (HB. Engglish).
Orang yang sehat mental memiliki 6 sifat (Coleman dan Broen, Jr) :
  1. Sikap terhadap diri yang positif
  2. Persepsi atas realitas (pandangan yang realistik atas diri dan dunia, orang serta benda yang nyata ada di lingkungannya).
  3. Keutuhan (suatu keadaan keperibadian yang bebas dari ketidakmampuan menghadapi konflik dalam diri).
  4. Kompetensi (perkembangan kompetensi, baik fisik, intelektual, emosional dan sosial untuk menanggulangi masalah-masalah kehidupan).
  5. Otonomi (keyakinan diri, rasa tanggung jawab dan pengaturan diri yang adekuat, bersama-sama dengan kemandirian yang memadai menyangkut pengaruh sosial).
  6. Aktualisasi diri (kecenderungan terhadap kematangan yang meningkat, perkembangan potensialitas dan kepuasan sebagai peribadi).
Contoh seseorang yang sehat mental :
Seorang remaja yang mampu mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi pilihanya dengan bidang studi yang juga pilihannya sendiri.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai tidak sehat mental. Menurut Prof. Dr. Sotardjo A.W, Psi, tidak sehat mental adalah seseorang yang meskipun secara potensial memiliki kemampuan, tetapi tidak memiliki keinginan dan usaha untuk mengaktualisasikan potensinya itu secara optimal.
Contoh seseorang yang tidak sehat mental :
Seorang karyawan bagian staf admistrasi di sebuah perusahaan yang hanya menunjukkan prestasi kerja standard dan tidak memiliki keinginan untuk mencapai jenjang karir yang lebih baik. jadi pada individu ini, ia hanya bekerja begitu saja, tidak ada motivasi sehingga potensinya tidak keluar. Sangat disayangkan sekali ya, padahal untuk dapat bersaing di dunia kerja itu sendiri perusahaan sangat menuntut prestasi, motivasi dan komitmen kerja yang tinggi dari karyawannya, disamping juga termasuk loyalitasnya terhadap perusahaan. Jika kita istilahkan sich individu seperti ini lebih "Nrimo" dan tidak punya tuntutan lebih pada dirinya untuk mencapai prestasi yang lebih baik dapam hidupnya.

Hm...tapi juga perlu diingat, orang yang tidak sehat mental belum dapat dikatakan mengalami gangguan. Hal ini karena keadaan mental itu sendiri dibagi menjadi 3 bagian, yaitu sehat mental, mental tidak sehat dan sakit mental. Orang yang mengalami gangguan sendiri digolongkan kepada orang yang sakit mental yaitu orang yang secara mental memiliki berbagai macam unsur yang saling bertentangan dan dengan demikian sering merusak dan menghambat, sehingga perilakunya tidak menentu.
Kalau dalam istilah klinis, mungkin ita sering mendengar yang namanya gangguan kepribadian. Orang yang kepribadiannya terganggu ini kita sebut sebagai klien atau pasien. Ia adalah orang yang terganggu dan bukan sekedar memiliki gangguan. Oleh sebab itu, setiap gangguan akan tampil khas dan berbeda pada masing-masing individu. Biasanya gangguan tersebut akan dikelompokkan berdasarkan gejala, penyebab atau prosesnya, ada yang berdasarkan aspek atau bagian apa yang terganggu, dan lain-lain.


Sabtu, 22 Desember 2012

Kecemasan



 Sebenarnya, kecemasan itu merupakan hal yang normal ada pada setiap individu, karena kecemasan itu merupakan reaksi umum terhadap stress. Jadi, kapan sich kecemasan itu dikatakan menyimpang???

Kecemasan itu dikatakan menyimpang bila individu tidak dapat meredam (merepresikan) rasa cemas tersebut dalam situasi dimana kebanyakan orang mampu menanganinya tanpa adanya kesulitan yang berarti. Kecemasan dapat muncul pada situasi tertentu seperti berbicara didepan umum, tekanan pekerjaan yang tinggi, menghadapi ujian. Situasi-situasi tersebut dapat memicu munculnya kecemasan bahkan rasa takut. Namun, gangguan kecemasan muncul bila rasa cemas tersebut terus berlangsung lama, terjadi perubahan perilaku, atau terjadinya perubahan metabolisme tubuh.
Gangguan kecemasan diperkirakan diidap 1 dari 10 orang. Menurut data National Institute of Mental Health (2005) di Amerika Serikat terdapat 40 juta orang mengalami gangguan kecemasan pada usia 18 tahun sampai pada usia lanjut. Ahli psikoanalisa beranggapan bahwa penyebab kecemasan neurotik dengan memasukan persepsi diri sendiri, dimana individu beranggapan bahwa dirinya dalam ketidakberdayaan, tidak mampu mengatasi masalah, rasa takut akan perpisahan, terabaikan dan sebagai bentuk penolakan dari orang yang dicintainya. Perasaan-perasaam tersebut terletak dalam pikiran bawah sadar yang tidak disadari oleh individu. Pendekatan-pendekatan psikologis berbeda satu sama lain dalam teknik dan tujuan penanganan kecemasan. Tetapi pada dasarnya berbagai teknik tersebut sama-sama mendorong klien untuk menghadapi dan tidak menghindari sumber-sumber kecemasan mereka.
Orang yang mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder) dilanda ketidakmampuan menghadapi perasaan cemas yang kronis dan intens. Perasaan tersebut sangat kuat, sehingga mereka tidak mampu berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya mereka mencoba untuk menghindari situasi yang membuat mereka merasa cemas. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati hidup mereka atau melakukan sesuatu yang sangat mereka nikmati.

Happy Mother's Day


Being a great mother is a very hard role
but mom, u r the star for this one i know
happy mother's day mom...
I love u for all that u do for us







 
My friend send me a message....

"seorang anak yang tahu ibunya sedang sibuk menulis sesuatu di selembar kertas"
  1.  Bantu ke warung 20 ribu
  2. Jaga adik 20 ribu
  3. Buang sampah 5 ribu
  4. beresin tempat tidur 10 ribu
  5. beresin rumah 15 ribu
  6. Nyapu lantai 15 ribu
Total 85 ribu

Selesai membaca, ibu tersebut tersenyum dan mengambil pulpen lalu menulis di belakang kertas tersebut
  1. mengandungmu selama 9 bulan Gratis
  2. terjaga malam karena menjagamu Gratis
  3. Air mata yang menetes karenamu Gratis
  4. Khawatir memikirkan keadaanmu Gratis
  5. Menyediakan makan, minum, pakaian dan keperluanmu Gratis
Total Gratis

Lalu air mata anak tersebut jatuh dan dia memeluk ibunya sambil berkata "Aku Sayang Ibu"
Dia mengambil pulpen dan menulis di kertas tadi
"LUNAS"
 
A touching story
Silahkan ambil makna masing-masing :)
Thank's friend, always reminds me




Tidak ada satu orangpun yang begitu berharganya...
hingga membuatmu sanggup melawan ibumu



"Happy Mother's Day"
 for all mother in the world n for all women too :)


Friend's





Sahabat adalah seseorang yang mengikhlaskan bahunya untukmu bersandar ketika sedih dan mengikhlaskan telinganya untuk mendengarkan semua cerita tentang "ke-aku-anmu".... dengan senyumannya yang memberikan keteduhan, serta pemikiran luar biasanya yang mampu menghancurkan kesempitan persepsimu....hingga kamu benar-benar berpikir bahwa kamu berharga dan memiliki orang-orang yang begitu menyayangimu.... (by. selvi)




a smile is a sign of care...

a smile is a sign of cheer...

a smile is a sign of joy...

a smile is a sign of hope...

a smile is a sign of friendliness...

and a smile is a sign on love...

so....just smile and make this a better world to live in :)




Jumat, 21 Desember 2012

Yuk kenali apa itu Underachiever....apakah buah hati kita salah satu yang mengalami underechievement ???

Kita sering mendengar istilah anak underachiever...tapi masih banyak yang bingung, apakah anak kita sendiri salah satu dari-anak yang mengalami underachievement ini atau sering disebut anak underachiever. Oleh sebab itu, perlu bagi orang tua untuk mengenali gejala dari anak-anak yang mengalami underachievement.

Underachievement atau berprestasi di bawah kemampuan itu maksudnya adalah adanya ketidaksesuaian antara prestasi sekolah anak dan indeks potensi (dapat dilihat dari tes intelegensi, kreativitas, atau dari data observasi. mungkin dengan kata lain dapat kita artikan di mana tingkat prestasi sekolah lebih rendah daripada potensi yang dimiliki si anak atau keadaan dimana adanya kesenjangan antara kapasitas atau potensi kecerdasan dengan unjuk kerjanya (performance) yang ditunjukan dengan prestasi yang berlawanan dengan harapan atau potensi yang dimilikinya. Anak-anak ini biasa disebut sebagai anak underachiever.

Biasanya anak-anak ini cenderung merasa tidak senang dengan sekolah atau gurunya, cenderung bergabung dengan teman yang juga memiliki sikap negatif terhadap sekolah, kurang termotivasi untuk belajar, tidak mengerjakan tugas, sering mengantuk ketika belajar, memiliki konsentrasi yang buruk dalam mengerjakan aktivitas belajar, tidak tuntas dalam mengerjakan tugas, kurang mampu melakukan penyesuaian intelektual, merasa kurang bersemangat, mudah bosan, kurang tegas, sering ribut di kelas, memiliki disiplin yang rendah, sering telat sekolah dan mudah terpengaruh Sayangnya, karena kurangnya pengetahuan, maka anak yang Underachiever seringkali salah dinilai sebagai siswa berkesulitan belajar. Menurut Robinson (2006), seorang anak dapat diklasifikasikan sebagai underachiever, jika kesenjangan antara potensi dan prestasinya tersebut bukan merupakan hasil diagnosa kesulitan belajar (learning disability) dan terjadi secara menetap pada periode yang panjang.

Nah, apa sich ciri dari anak yang mengalami underachievement ini???
Menurut Clark (1992) dan Rimm (1986) ada beberapa karakeristik yang ditunjukan siswa underachiever, yaitu sebagai berikut:
  1. Menunjukan prestasi yang berlawanan dengan harapan atau potensi yang dimilikinya.
  2. Merasa tidak senang dengan sekolah atau gurunya dan cenderung bergabung dengan teman yang juga memiliki sikap negatif terhadap sekolah.
  3. Kurang termotivasi untuk belajar, tidak mengerjakan tugas, sering mengantuk ketika belajar dan tidak tuntas dalam mengerjakan tugas.
  4. Kurang mampu melakukan penyesuaian intelektual.
  5. Merasa kurang bersemangat, kurang tegas dan sering ribut di kelas 
  6. Memiliki disiplin yang rendah, sering telat sekolah, dan mudah terpengaruh.
  7. Konsentrasi buruk dalam melaksanakan aktivitas belajar.

 Jadi...coba kenali, apakah anak kita mengalami underachievement atau memang kesulitan belajar

Games

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More